Tampilkan postingan dengan label Merk yang lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merk yang lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2007

Kerupuk Istimewa cap Cakra



Jenis rancangan : Label

Jenis Produk : Kerupuk

Nama Produk : Kerupuk Istimewa Cap Cakra

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : Surabaya

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 97 mm x 89.5 mm

Warna : background putih dengan foreground putih dan merah

Teknik Produksi :

Material : Kertas

Visual yang tampak : Label ini menggunakan pendekatan simbol roda bergerigi, sesuai dengan mereknya yaitu cakra. Cakra sendiri berasal dari bahasa sansekerta ( India ) yang berarti roda/lingkaran. Berdasarkan data ini, kemungkinan desain label ini dipengaruhi budaya India. Hal ini diperkuat juga dengan penggunaan warna merah pada tipografinya.
Warna merah sendiri adalah warna khas tradisi India (contohnya adalah warna dari lambang di dahi wanita India yang sudah menikah).

Namun yang aneh dari label ini adalah pada huruf “C” pada “Cakra”. Huruf itu mengingatkan kita akan logotype Cocacola, dan bila diperhatikan lebih lanjut, mirip sekali dengan huruf “C” pada kata “cola”. Apakah ini berarti ada penjiplakan desain label? Bisa iya, bisa juga tidak, mengingat imej dari logo Cocacola yang sudah tertanam dan mendunia.


SUPER NACET BLADE


Jenis rancangan : Label

Jenis Produk : Silet

Nama Produk : Super Nacet Blade

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 45 mm x 25 mm

Warna : background merah dengan tulisan dan gambar silet berwarna putih dan gambar buaya berwarna keemasan

Teknik Produksi :

Material : Kertas

Visual yang tampak : Label ini dirancang dengan sederhana saja, tidak ada penggunaan elemen visual yang banyak. Pada label ini ditampilkan visualisasi buaya disilet dan tipografi sederhana “Super Nacet”. Gambar buaya yang disilet menggambarkan betapa tajamnya silet merk ini. Tentu saja ini merupakan sebuah perumpamaan karena kita tahu tidak mungkin dengan silet kita bisa memotong/mengiris kulit buaya. Namun visualisasi berlebihan pada logonya membuat label ini terlihat menarik, ditambah lagi dengan warna buaya yang keemasan.
.



Blao cuci cap Kalong


Jenis rancangan : kemasan

Jenis produk : obat cuci

Nama produk : Blao cuci cap kalong

Nama Produsen : PB Tjitra

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 53 mm x 53 mm

Warna : background merah dan biru dengan tulisan putih dan hitam dan gambar produk berupa outline berwarna biru

Teknik Produksi :

Material : Kertas

Visual yang nampak : terdapat gambar produk dengan visual kelelawar dan warna putih biru di bagian kanan. Dengan background merah-biru-merah, yang menurut kami sangat mirip dengan warna bendera negara laos dengan putih ditengahnya yang diwakilkan oleh gambar kalong tersebut. Entah ada hubungannya dengan negara Laos atau tidak. Ditambah lagi dengan tulisan yang menggambarkan produk tersebut, kelebihan produk tersebut, dan banyaknya produk dalam kemasan tersebut.
Sampai sekarang Blao cuci seperti ini masih ada. Dan apakah kain yang dicuci dengan menggunakan blao itu akan putih cemerlang? Belum tentu. Kain itu hanya akan jadi putih kebiruan, dan oleh penggemarnya itu sudah diyakini lebih bagus ketimbang putih kekuningan.
Namun menggunakan nama cap kalong apakah mencerminkan produk tersebut yang tujuannya ingin menghasilkan cucian yang putih cemerlang? kami tidak tahu.

KERTAS TEMBAKAU SINGO


Jenis rancangan : kemasan

Jenis produk : kertas tembakau

Nama produk : kertas tembakau SINGO

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 80 mm x 38 mm x 2 mm

Warna : background hitam dengan tulisan putih.

Teknik Produksi : sablon

Material : Kertas

Visual yang nampak : Desain label ini hanya menggunakan satu jenis warna saja, hitam. Desain sederhana menggunakan jenis font yang kokoh dan tegar serta ditulis dengan huruf besar semua.
Desain label ini juga dikomposisikan centering, baik untuk kata maupun logo. Yang menarik adalah logo singa, logo ini sangat menonjol karena diletakkan di tengah-tengah label dan diberi lingkaran warna putih, logo singa itu sendiri terlihat seperti dibuat dengan ilustrasi tangan. Mengapa singa yang dipilih? Mengingat bahwa ini adalah salah satu produk yang berhubungan dengan tembakau (kertas tembakau, rokok, cerutu, dsb), maka biasanya memang digunakan lambang atau symbol yang berbau “jantan”, dalam hal ini yang dipakai adalah lambang singa. Sedangkan logotype SINGO diletakkan di depan sebuah pita berwarna putih, yang melambangkan kemewahan, seperti halnya pita-pita pada lambang kerajaan eropa.

Cigarettes Paper cap Begisar



Jenis rancangan : kemasan

Jenis produk : kertas tembakau

Nama produk : Cigarettes paper cap Begisar

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : 98166

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 75 mm x 45 mm

Warna : background hijau dengan gambar ayam begisar berwarna merah dan putih

Teknik Produksi : sablon

Material : Kertas

Visual yang nampak : gambar ayam begisar nampak pada bagian tengah dari kemasan produk tersebut. Border kotak mengelilingi gambar begisar tersebut, disertai nama produk dan keterangan-keterangan lain dengan menggunakan jenis tulisan sans serif berwarna putih. Background menggunakan 1 warna blok, yaitu ungu dan hijau.

Kenapa menggunakan gambar ayam begisar untuk suatu produk kertas tembakau? Mungkin untuk menggambarkan bahwa yang menggunakan kertas tembakau tersebut, merupakan orang yang mempunyai strata sosial yang lumayan, alias berduit.
Mengenai asal-usul Ayam Bekisar yang disebut-sebut berasal dari Madura, konon tidak lepas dari diasingkannya seorang keturunan putera raja Mataram yang bernama Begisar. Sekitar tahun 1700-an, Begisar diasingkan di Pulau Kangean. Tetapi mengenai sebab musabab Begisar diasingkan di tempat itu, hingga kini tidak diketahui secara pasti.Saat menjalani pengasingan itulah, Begisar mencoba mengawinkan ayam hutan hijau jantan (gallus varius) dengan ayam kampung betina (gallus domestica). Keturunan dari hasil kawin silang itu kemudian dipersembahkan kepada pejabat atau penguasa setempat sebagai tanda mata. Berdasar hal itu, akhirnya diketahui bahwa Begisar memiliki makna cendera mata. Hingga kini Ayam Begisar atau akrab dengan sebutan Ayam Bekisar selalu dipersembahkan sebagai cendera mata (souvenir) kepada kalangan tertentu yang memiliki ‘kekuasaan’.





Kuda Leo

Jenis rancangan: Kemasan

Jenis produk: Pewarna pakaian

Nama produk: Kuda Leo

Nama Produsen : Sari Warna

Alamat produk : Ketandan 80 Yogya, Telp 3749

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 132 mm x 75 mm

Warna : background putih dengan foreground coklat.

Teknik Produksi :

Material : Kertas

Visual yang tampak: Sekilas, desain kemasan ini tampak seperti kemasan produk dari luar negeri, terutama dari Eropa. Hal ini terlihat jelas dari penggunaan gambar yang amat mirip sekali dengan simbol-simbol kerajaan Inggris. Kuda dan singa (pada produk ini dituliskan sebagai leo), perisai, dan ornamen tumbuhan di kiri kanannya amat berbau kebudayaan Eropa. Kemungkinan desain ini amat terpengaruh dengan kebudayaan Barat.
Nama naphtol sendiri juga ditulis dengan tanpa penerjemahan ke bahasa Indonesia, tidak seperti tulisan pada cara pemakaiannya (naptol). Napthol ini merupakan suatu bahan kimia yang biasa digunakan untuk mewarnai pakaian.
Warna atau tonal yang digunakan pada kemasan ini adalah warna coklat, mungkin disamakan seperti pada warna pewarnanya, soklat (coklat). Agak maksa ya.. he3.
.

Kerupuk Kulit Sapi - cap Ikan Louhan



Jenis rancangan : label

Jenis produk : kerupuk kulit sapi

Nama produk : kerupuk kulit sapi cap ikan louhan

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : Tasikmalaya

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 100 mm x 103 mm

Warna : background putih dengan gambar biru dan font merah

Teknik Produksi :

Material : Kertas



Visual yang nampak : Ulir-ulir seperti corak batik tulis menjadi border dari label kerupuk tersebut dengan warna biru. Di tengahnya terdapat gambar ikan louhan berwana biru yang merupakan merek dari kerupuk kulit tersebut. Terdapat informasi bahwa produk ini halal yaitu pada kanan atas gambar ikan laohan tersebut. Selain itu terdapat tulisan-tulisan menggunakan warna merah disekeliling gambar ikan louhan tersebut.

Kemungkinan dari penggunaan cap ”louhan” dikarenakan adanya kepercayaan bahwa ikan louhan itu membawa keberuntungan di wilayah asia. Namun pada kenyataannya, ikan louhan sebenarnya adalah ikan hasil hibrid yang dibuat manusia, sehingga menimbulkan kontroversi dikalangan penggemar ikan hias. Mereka menganggap ikan ini adalah hasil dari ulah manusia yang bermain-main dengan Tuhan, dan tak urung ikan ini mendapat julukan sebagai Franken-fish (pelesetan dari makhluk ”robot” yang diciptakan oleh dokter Frankenstein). Yang jadi pertanyaan sekarang, benarkah bahwa kerupuk kulit sapi cap louhan itu halal jika dilihat dari ikan itu adalah hasil hibrid?


Wentol Mbangun-Trisno cap Kalkun


Jenis rancangan : Kemasan
Jenis produk : Pewarna Tekstil

Nama produk : Wentol Mbangun-Trisno cap Kalkun

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : N/A

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 86 mm x 57.5 mm

Warna : paduan hijau tua dan putih

Teknik Produksi :

Material : Kertas

Visual yang tampak : Label dicetak menggunakan satu warna saja, hijau. Penggunaan warna tidak berdasarkan pertimbangan tertentu, namun tergantung dari jenis warna dari pewarna itu sendiri, ada pula yang kuning podang, dll. Selain tipografinya juga terdapat gambar pita, selayaknya gambar pita-pita kebanyakan desain kemasan, yang mungkin diadaptasi dari pita-pita kerajaan Eropa. Sedangkan penggunaan kalkun? Sama sekali tidak ada hubungannya dengan jenis produk ini. Apakah produk ini juga dapat digunakan untuk memperbaharui warna kalkun? Yang jelas itu sih terserah si produsennya.
Yang belum jelas adalah kenapa ada “mbangun-trisno” [membangun kasih]? Mungkinkah dengan memperbaharui warna pakaian diharapkan akan memberikan tebaran kasih sayang yang mempersegar? Selalu ada kemungkinan untuk itu...

TJENGKEH RADJANGAN TJAP KAMBING


Jenis rancangan : Label

Jenis Produk : Cengkeh

Nama Produk : Tjengkeh Radjangan Tjap Kambing

Nama Produsen : N/A

Alamat produk : N/A

Nomor daftar legal : 239313

Lembaga berwenang : N/A

Nomor hak paten : N/A

Dimensi : 84 mm x 60 mm

Warna : dominasi orange tua dengan lingkaran biru berlist putih

Font : Arial kecuali tulisan "Special" seperti ditulis tangan

Teknik Produksi : N/A

Material : Kertas

Visual yang tampak : label ini didesain secara simetris dengan berbagai motif di tengah dan sisi-sisi ujung label. Desainnya cukup dekoratif dengan gambar kepala kambing sebagai pusatnya. Garis-garis di sekeliling lingkarannya mungkin dibuat seperti efek cahaya yang memancar keluar, seolah memberikan jaminan bagi produknya. Selain itu garis-garis cahaya itu juga membentuk suatu motif bunga, hampir mirip dengan motif yang di ujung-ujung label. Motif bunganya pun terlihat seperti motif kawung. Kemungkinan sudah terjadi asimilasi budaya dalam perancangan desain label ini. Warna yang mendominasi label ini adalah warna merah.
Gambar kepala kambing di tengahnya merupakan lambang dari cap perusahannya. Entah apakah ada hubungannya dengan produk tjengkeh (ejaan lama dalam bahasa Belanda) ini. Bisa jadi pemilik perusahaan ini merupakan keturunan etnis Tiong Hoa yang amat percaya bahwa shionya (kambing) dapat memberikan keberuntungan.
.